Terima kasih Telah berkunjung

Minggu, 26 April 2015

IKHA_PHYSIC_UNTAD

Gerbang (gate) dalam rangkaian logika merupakan fungsi yang menggambarkan hubungan antara masukan dan keluaran. Untuk menyatakan gerbang-gerbang tersebut biasanya digunakan simbol-simbol tertentu. Ada beberapa standar penggambaran simbol. Salah satu standar simbol yang populer adalah MIL-STD-806B yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk keperluan umum pada bulan Februari 1962.Untuk menunjukkan prinsip kerja tiap gerbang (atau rangkaian logika yang lebih kompleks) dapat digunakan beberapa cara. Cara yang umum dipakai antara lain adalah tabel kebenaran (truth table) dan diagram waktu (timing diagram). Karena merupakan rangkaian digital, tentu saja level kondisi yang ada dalam tabel atau diagram waktu hanya dua macam, yaitu logika 0 (low, atau false) dan logika 1 (atau high, atau true).
IC 7404 
Dengan menggunakan IC tipe 7404, berbeda dengan gerbang sebelumnya (AND & OR), gerbang NOT hanya mempunyai 1 input dan 1 output. Sehingga dalam IC terdapat 6 gerbang NOT, dengan 6 input dan 6 output. Operasi gerbang : Gerbang ini merupakan fungsi inverter dari input. Jadi jika input berharga 0 maka outputnya akan berharga 1 dan begitu pula sebaliknya, sehingga didapat persamaan :
Y = Ā.
IC 7408 
Gerbang-gerbang dasar sudah terkemas dalam sebuah IC (Integrated Circuit), untuk gerbang AND digunakan IC tipe 7408. Karena dalam hal ini akan digunakan masukan / input sebanyak 3 buah maka dengan menggabungkan 2 gerbang dapat diperoleh 3 input yang dimaksud (dengan cara menghubungkan output kaki 3 ke input kaki 4 atau lima seperti terlihat pada gambar di bawah. Gerbang dasar hanya mempunyai 2 harga yaitu 0 dan 1. Berharga 0 jika tegangan bernilai 0 – 0,8 Volt dan berharga 1 jika tegangan bernilai 2 – 5 Volt. Operasi gerbang : Jika semua input terhubung dengan ground atau semuanya terlepas maka outputnya akan berharga 0, sehingga lampu indicator tidak menyala. Begitu pula jika hanya salah satu terlepas dan input lainnya diberi tegangan input sebesar Vcc, lampu tetap tidak akan menyala. Lampu akan menyala jika semua input diberi tegangan sebesar Vcc, sehingga berharga 1.Dengan melihat tabel pada data percobaan, akan didapat persamaan pada output, yaitu :Y = A • B • C
Y = (AB) C
IC 7400
Dengan menggunakan IC tipe 7400, gerbang NAND mempunyai 2 input dan 1 output.
Operasi gerbang :
Gerbang NAND menghendaki semua inputnya bernilai 0 (terhubung dengan ground) atau salah satunya bernilai 1 agar menghasilkan output yang berharga 1. Sebaliknya jika Y = A • B semua input diberi harga 1 (masukan dari Vcc) maka outputnya akan berharga 0. Ini merupakan kebalikan dari operasi gerbang AND.
IC 7402 
Gerbang ini menggunakan IC tipe 7402, yang memuat 4 gerbang NOR Operasi gerbang : Gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR. Jadi output gerbang ini akan berharga 1 jika semua input berharga 0 (terhubung dengan ground). Persamaan yang didapat :Y = A + B ,Sesuai dengan Teori De Morgan maka persamaan ini bisa diubah menjadi persamaan :
Y = A • B
IC 7432 
Gerbang ini sudah terkemas dalam IC tipe 7432. Sama dengan gerbang AND, gerbang OR hanya memiliki 2 buah input dan 1 output, sehingga dibutuhkan 2 gerbang untuk menjadikan 3 input dan 1 output. Operasi gerbang :
Pada output akan berharga 1 (indicator menyala) jika salah satu atau semua dari inputnya diberi masukan sebesar Vcc. Sebaliknya jika semua input diberi masukan dari ground atau terlepas, maka output akan berharga 0 (indicator tidak menyala.
Dengan melihat tabel pada data percobaan, akan didapat persamaan pada output, yaitu :
Y = A + B + C
IC 7486 
Gerbang ini menggunakan IC tipe 7486. Operasi gerbang : Gerbang EXOR berbeda dengan gerbang-gerbang OR. Output akan berharga 0 jika inputnya sama-sama 1 atau sama-sama 0. Dan akan berharga 1 jika salah satu input maupun output berharga 0 atau 1. Sehingga didapat persamaan sebagai berikut : Y = AB + AB
Gerbang (gate) dalam rangkaian logika merupakan fungsi yang menggambarkan hubungan antara masukan dan keluaran. Untuk menyatakan gerbang-gerbang tersebut biasanya digunakan simbol-simbol tertentu. Ada beberapa standar penggambaran simbol. Salah satu standar simbol yang populer adalah MIL-STD-806B yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk keperluan umum pada bulan Februari 1962.Untuk menunjukkan prinsip kerja tiap gerbang (atau rangkaian logika yang lebih kompleks) dapat digunakan beberapa cara. Cara yang umum dipakai antara lain adalah tabel kebenaran (truth table) dan diagram waktu (timing diagram). Karena merupakan rangkaian digital, tentu saja level kondisi yang ada dalam tabel atau diagram waktu hanya dua macam, yaitu logika 0 (low, atau false) dan logika 1 (atau high, atau true).
IC 7404 
Dengan menggunakan IC tipe 7404, berbeda dengan gerbang sebelumnya (AND & OR), gerbang NOT hanya mempunyai 1 input dan 1 output. Sehingga dalam IC terdapat 6 gerbang NOT, dengan 6 input dan 6 output. Operasi gerbang : Gerbang ini merupakan fungsi inverter dari input. Jadi jika input berharga 0 maka outputnya akan berharga 1 dan begitu pula sebaliknya, sehingga didapat persamaan :
Y = Ā.
IC 7408 
Gerbang-gerbang dasar sudah terkemas dalam sebuah IC (Integrated Circuit), untuk gerbang AND digunakan IC tipe 7408. Karena dalam hal ini akan digunakan masukan / input sebanyak 3 buah maka dengan menggabungkan 2 gerbang dapat diperoleh 3 input yang dimaksud (dengan cara menghubungkan output kaki 3 ke input kaki 4 atau lima seperti terlihat pada gambar di bawah. Gerbang dasar hanya mempunyai 2 harga yaitu 0 dan 1. Berharga 0 jika tegangan bernilai 0 – 0,8 Volt dan berharga 1 jika tegangan bernilai 2 – 5 Volt. Operasi gerbang : Jika semua input terhubung dengan ground atau semuanya terlepas maka outputnya akan berharga 0, sehingga lampu indicator tidak menyala. Begitu pula jika hanya salah satu terlepas dan input lainnya diberi tegangan input sebesar Vcc, lampu tetap tidak akan menyala. Lampu akan menyala jika semua input diberi tegangan sebesar Vcc, sehingga berharga 1.Dengan melihat tabel pada data percobaan, akan didapat persamaan pada output, yaitu :Y = A • B • C
Y = (AB) C
IC 7400
Dengan menggunakan IC tipe 7400, gerbang NAND mempunyai 2 input dan 1 output.
Operasi gerbang :
Gerbang NAND menghendaki semua inputnya bernilai 0 (terhubung dengan ground) atau salah satunya bernilai 1 agar menghasilkan output yang berharga 1. Sebaliknya jika Y = A • B semua input diberi harga 1 (masukan dari Vcc) maka outputnya akan berharga 0. Ini merupakan kebalikan dari operasi gerbang AND.
IC 7402 
Gerbang ini menggunakan IC tipe 7402, yang memuat 4 gerbang NOR Operasi gerbang : Gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR. Jadi output gerbang ini akan berharga 1 jika semua input berharga 0 (terhubung dengan ground). Persamaan yang didapat :Y = A + B ,Sesuai dengan Teori De Morgan maka persamaan ini bisa diubah menjadi persamaan :
Y = A • B
IC 7432 
Gerbang ini sudah terkemas dalam IC tipe 7432. Sama dengan gerbang AND, gerbang OR hanya memiliki 2 buah input dan 1 output, sehingga dibutuhkan 2 gerbang untuk menjadikan 3 input dan 1 output. Operasi gerbang :
Pada output akan berharga 1 (indicator menyala) jika salah satu atau semua dari inputnya diberi masukan sebesar Vcc. Sebaliknya jika semua input diberi masukan dari ground atau terlepas, maka output akan berharga 0 (indicator tidak menyala.
Dengan melihat tabel pada data percobaan, akan didapat persamaan pada output, yaitu :
Y = A + B + C
IC 7486 
Gerbang ini menggunakan IC tipe 7486. Operasi gerbang : Gerbang EXOR berbeda dengan gerbang-gerbang OR. Output akan berharga 0 jika inputnya sama-sama 1 atau sama-sama 0. Dan akan berharga 1 jika salah satu input maupun output berharga 0 atau 1. Sehingga didapat persamaan sebagai berikut : Y = AB + AB

Sabtu, 18 April 2015

Dasar-Dasar & tujuan Pendidikan Islam

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pendidikan pada dasarnya adalah media dalam mendidik dan mengembangkan peotensi-potensi kemanusiaan yang primordial. Pendidikan sejatinya adalah gerbang untuk mengantar umat manusia menuju peradaban yang lebih tinggi dan humanis dengan berlandaskan pada keselarasan hubungan manusia, lingkungan, dan sang pencipta. Pendidikan adalah sebuah ranah yang didalamnya melibatkan dialektika interpersonal dalam mengisi ruang-ruang kehidupan; sebuah ranah yang menjadi pelita bagi perjalanan umat manusia, masa lalu, masa kini, dan masa akan datang.
Pendidikan islam dalam pelaksanaannya membutuhkan metode yang tepat untuk mengantarkan kegiatan pendidikan kearahtujuan yang dicita-citakan. Bagaimanapun baik dan sempurnanya kurikulum pendidikan islam, ia tidak berarti apa-apa, manakala tidak memiliki metode atau cara yang tepat dalam mentransformasikannya kepada peserta didik.

II. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan pemaparan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pendidikan Islam dalam makalah ini dengn judul “dasar-dasar dan tujuan pendidikan islam”.

1. Apa Dasar-Dasar Pendidikan Islam ?
2. Ada Berapakah Tujuan Pendidikan Islam ?
3. Seberapa Penting Pendidikan Islam?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Dasar-Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam

Dalam konteks individu, pendidikan termasuk salah satu kebutuhan asasi manusia, karena pendidikan menjadi jalan yang lazim untuk memperoleh pengetahuan atau ilmu, sedangkan ilmu akan menjadi unsur utama penopang kehidupannya. Oleh karena itu, Islam tidak saja mewajibkan manusia untuk menuntut ilmu, bahkan memberi dorongan serta arahan agar dengan ilmu itu manusia dapat menemukan kebenaran hakiki dan mendayagunakan ilmunya di atas jalan kebenaran itu (Karim, 2007). Islam mengarahkan manusia untuk mengaplikasikan ilmunya dalam menggali dan menghayati makna hidup. Islam tidak menghendaki ilmu yang diperoleh digunakan untuk kepentingan pribadi yang di sisi lain merugikan banyak orang. Ilmu yang baik pada dasarnya adalah ilmu membawa kemashlahatan bagi umat, di dunia maupun di akhirat.
Rasulullah SAW pernah bersabda: "Tuntutlah oleh kalian akan ilmu pengetahuan, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Sesungguhnya ilmu itu akan menempatkan pemiliknya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Ilmu adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat." (HR Ar Rabii’).
Makna hadis tersebut sejalan dengan firman Allah SWT: "Allah
niscaya mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang berilmu pengetahuan bertingkat derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu lakukan." (QS. Al-Mujadalah: 11).
Jadi, dalam Islam pendidikan tidak hanya sekedar sebuah dinamika kemanusiaan yang lazim, melainkan lebih dari itu, pendidikan adalah ibadah kepada Allah SWT, sekaligus sebagai aktualisasi diri manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Islam melalui ajarannya telah menggariskan bahwa setiap individu wajib menuntut ilmu, karena dengan ilmu, maka idividu tersebut tidak akan tersesat dalam kehidupannya, dan yang paling penting adalah tidak terlindas oleh zaman yang semakin cepat. Tidak hanya itu, Islam juga telah menggariskan bahwa negara melalui aparaturnya wajib memperhatikan pendidikan masyarakatnya melalui alokasi anggaran yang representatif, aplikasi sistem pendidikan yang inklusif, dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Dengan demikian kerangka dasar pendidikan Islam menggariskan bahwa untuk menciptakan tatanan dan sistem pendidikan yang baik harus melibatkan kerja sama yang baik antara individu (masyarakat) dengan pemerintah, sehingga fungsi operasional dan fungsi kontrol dapat berjalan secara padu dan proporsional.
Menurut Karim (2007), dalam hal kurikulum, strategi, dan tujuan pendidikan, Islam menetapkan prinsip yang sederhana tetapi sangat tegas dan jelas. Kurikulum pendidikan harus berlandaskan aqidah Islamiyah, karenanya seluruh materi pembelajaran atau bidang studi serta metodologi penyampaiannya harus dirancang tanpa adanya penyimpangan dalam proses pendidikan dari asas tersebut. Strategi pendidikan diarahkan pada pembentukan dan pengembangan pola pikir dan pola jiwa Islami. Semua disiplin ilmu disusun berdasarkan strategi ini. Membentuk kepribadian Islam dan membekali individu dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan manusia merupakan tujuan asasi dari pendidikan.
Kemudian, Muttaqien (2005) menyebutkan bahwa pendidikan Islam secara epistemologis memiliki kerangka konseptual. Kerangka konseptual yang dimaksud di atas adalah konsep penciptaan manusia sebagaimana terdapat dalam Qur’an dan posisi pendidikan dalam diri manusia dalam prespektif Islam. Berdasarkan konsep dasar penciptaan manusia tersebut kemudian dibangun rancangan pengembangan pendidikan Islam yang lurus dan tidak menyimpang dari konsep dasarnya. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa dalam mengembangkan pendidikan Islam, manusia dapat belajar dari penciptaan dirinya sebagaima hal itu juga telah dijelaskan oleh al-Qur’an.
Dasar adalah landasan tempat berpisah atau tegaknya sesuatu agar sesuatu tersebut tegak berdiri disarm suatu bangunan yaitu fondamen yang menjadi landasan bangunan tersebut agar bangunan itu tegak dan kokoh berdiri, demikian pula dasar pendidikan islam yaitu fondamen yang menjadi landasan atau asas agar pendidikan islam dapat tegak berdiri agar tidak mudah robohkarena tipuan angin kencang berupa idiologi.
Dasar pendidikan islam secara garis besar ada 2 yaitu : Al Quran, As- Sunnah.
a. Al quran.
Islam adalah agama yang membawa misi agar ummatnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Asal Al-Qur’an yang pertama kali turun adalah berkenaan disamping masalah keimanan juga pendidikan dalam firman-Nya yang artinya:
Artinya :
“ Bacalah dengan (menyebut ) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah dan tuhanmulah yang paling pemurah yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui. (Qs. Al-Alaq 1-5 )
Dari ayat ayat tersebut diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa seolah-olah tuhan berkata hendaklah manusia meyakini akan adanya adanya tuhan pencipta manusia. Selanjutmya untuk memperkokoh keyakinan dan memelihara agar tidak luntur hendaklah melaksanakan pendidikan dan pengajaran.1
b. As- Sunnah
Rosulullah saw adalah juru didik dan beliau juga menjungjung tinggi terhadap pendidikan dan motivasi agar berkiprah kepada pendidikan dan pengajaran. Rosulullah saw bersabd.
Artinya :
“Barang siapa yang menyembunyikan ilmunya maka tuhan akan mengekangnya dengan kekang berapi.


B. Tujuan Ilmu Pendidikan Islam

Tujuan yaitu sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakan suatu kegiatan pendidikan islam Menurut Drs. Acmad D. Marimba, fungsi tujuan itu ada empat macam
a. Mengakhiri usaha
b. Mengarahkan usaha
c. Memberi nilai (sifat) pada usaha-usaha itu.2
Sehubungan dengan itu maka tujuan mempunyai arti yang sangat penting bagi keberhasilan sasaran yang diinginkan, arah atau pedoman yang harus ditempuh , tahapan sasaran serta sifat dan mutu kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu kegiatan yang tanpa dsertai tujuan sasarannya akan kabur akibatnya progam dan kegiatan sendiri akan menjadaji acak-acakan.
Abdul fathah Jalal dalam bukunya yang berjudul Min usulit tarbisati fill islam” mengolompokkan tujuan pendidikan islam kedalam 2 macam yaitu tujuan umum dan tujuan khusus “ tujuan umum yaitu menjadikan manusia sebagai abdi atau hamba allah swt yang senantiasa menggunakan dan membesarkan asma allah swt dengan meneladani Rosulullah saw, menjungjung tinggi ilmu pengetahuan serta mempelajari yang bermanfaat baginya dalam merealisasikan tujuan yang telah digariskan oleh allah swt. Sedangkan tujuan khusus sebenarnya merupakan perincian dari tujuan umum sebagaimana te3lah di jelaskan di atas. Diantara khusus ini yang pertama-tama adalah mampu melaksanakan rukun islam. Rosulullah saw bersabda
Artinya :
“ Islam itu dibangun atas lima parkara” Shahadat (pengakuan) bahwa tiada tuhan selain allah dan muhammad adlah rosulullah” menegakkan shalat” memberikan zakat” Soum pada bulan Ramadhan dan “menunaikan haji pada kebaitullah”3
Ditinjau dari segi pembidangan tugas dan fungsi manusia secara filosofis maka tujuan pendidikan dapat dibedakan menjadi 3 macam:
1. Tujuan Individual
Suatu tujuan yang menyangkut individu melalui proses belajar dalam rangka mempersiapkan dirinya dalam kehidupan dunia dan akhirat.
2. Tujuan Sosial
Suatu tujuan yang berhubungan dengan masyarakat sebagai keseluruhan, dan dengan tingkah laku masyarakat umumnya serta dengan perubahan-perubahan yang diinginkan pada pertumbuhan pribadi, pengalaman dan kemajuan hidupnya
3. Tujuan Profesional
Suatu tujuan yang menyangkut pengajaran sebagai ilmu, seni dan profesi serta sebagai suatu kegiatan dalam masyaraka. Ada tiga tujuan pendidikan islam apabila diklafikasikan dengan pendekatan aducatif dan psikologis diantaranya sebagai berikut :
1. Tujuan yang menitik beratkan kekuatan jasmaninya ( al ahdaful jasmaniyah )
  Allah berfirman :
Artinya :
Sesungguhanya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugrahinya ilmu yang luas dan tubuh yang kuat perkasa ( Al Baqoroh 247 )
2. Tujuan pendidikan yang menitikberatkan pada kekuatan rohaninya ( Al ahdaful rohaniyah )
Tujuan ini berkaitan dengan kemampuan manusia menerima agama islam yang inti ajarannya adalah keimanan dan ketaatan kepada allah, dengan tunduk dan patuh kepada nilai-nilai moralitas yang diajarkannya dengan mengikuti keteladanan nabi muhammad saw adalah menjadi tujuan rohaniyah pendidikan islam mengenai tujuan intelektual dengan pendidikan islam terletak pada pengembangan intelegensial (kecerdasan) yang berada dalam otak sehingga mampu mamahami dan menganalisis fenomena-fenomena ciptaan allah di jagat raya ini
3. Tujuan yang memperhatikan segi lahir, batin,duniawi, ukhrawi secara sekaligus tujuan-tujuan pendidikan islam yang dirumuskan diatas baru merupakan contoh tujuan yang bersifat intermediair atau sementara karena ayatnya mengandung beberapa aspek nilai islam yang dirumuskan.
Sebenarnya, agama Islam memiliki tujuan yang lebih komprehensif dan integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan para anak didik yang memiliki paradigma yang pragmatis.
Tujuan utama pendidikan dalam Islam adalah mencari ridha Allah swt. Dengan pendidikan, diharapkan akan lahir individu-indidivu yang baik, bermoral, berkualitas, sehingga bermanfaat kepada dirinya, keluarganya, masyarakatnya, negaranya dan ummat manusia secara keseluruhan. Disebabkan manusia merupakan fokus utama pendidikan, maka seyogianyalah institusi-institusi pendidikan memfokuskan kepada substansi kemanusiaan, membuat sistem yang mendukung kepada terbentuknya manusia yang baik, yang menjadi tujuan utama dalam pendidikan. Dalam pandangan Islam, manusia bukan saja terdiri dari komponen fisik dan materi, namun terdiri juga dari spiritual dan jiwa. Oleh sebab itu, sebuah institusi pendidikan bukan saja memproduksi anak didik yang akan memiliki kemakmuran materi, namun juga yang lebih penting adalah melahirkan individu-individu yang memiliki diri yang baik sehingga mereka akan menja
di manusia yang serta bermanfaat bagi ummat dan mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Institusi pendidikan perlu mengarahkan anak didik supaya mendisiplinkan akal dan jiwanya, memiliki akal yang pintar dan sifat-sifat dan jiwa yang baik, melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar, memiliki pengetahuan yang luas, yang akan menjaganya dari kesalahan-kesalahan, serta memiliki hikmah dan keadilan.  

C. Pentingnya Pendidikan Islam 

Ditulis oleh Adnin Armas Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi.
 

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN

1. Dasa-Dasar pendidikan islam secara garis besar ada 3 macam :
a. Al Quran
b. As Sunnah
2. Perundang Undangan yang berlaku di indonesia yaitu
c. UUD 1945 Pasal 29 yang menjelaskan tentang jaminan kepada warga negara republik indonesia untuk memeluk agama dan beribadat sesuai dengan agama yang dianutnya.
d. GBHN tahun 1993 bidang agaama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa No 22
3. Menurut Abque fathah tujuan pendidikan islam dibagi 2 macam :
e. Tujuan umum
f. Tujuan khusus




DAFTAR PUSTAKA

- A.D. Marimba, Drs, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: 2002
- Dra. H. Nur Ubiati, Limo Pendidikan Islam, (IPI) Bandung, 2005
- Acmad D. Marimba Pengantar Fisafat Pendidikan Islam, PT Al-maarif, Bandung 1980
- Dra. H. Nur Ubiati, Limo Pendidikan Islam, (IPI) Bandung, 2005

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER DAN DALIL SYARA’

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER DAN DALIL SYARA’

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER
DAN DALIL SYARA’

A. PENGERTIAN AS-SUNNAH

    Sunnah lebih umum disebut dengan hadits yang mempunyai beberapa arti secara etimologis, yaitu : Qarib, artinya dekat, jadid, artinya baru, dan khabar artinya berita.
 Sunnah menurut ahli fiqih
Sunnah salah satu hukum taqlifi yakni perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
 Sunnah menurut ahli hadits
Bahwa Sunnah merupakan semua yang dating dari Nabi SAW (Perkataan, perbuatan, taqrir) baik yang berkaitan dengan hokum atau tidak.
 Sunnah menurut ahli Ushul
Hanya terbatas pada sesuatu yang berkaitan dengan hukum, di luar hukum bukan dinamakan hadist, seperti cara berpakaian dan sebagainya.

B. PEMBAGIAN SUNNAH

Sunnah atau Hadits berdasarkan definisi diatas, dapat dibagi menjadi Qauliyah, Fi’liyah, dan Taqririyah.
1. Sunnah Qauliyah
Sunnah yang sering dinamakan dengan khabar (berita yang berupa perkatan Nabi SAW), yang di dengar dan di smpaikan oleh seseorang atau beberapa sahabat kepada orang lain, seperti sabda Nabi yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah :


2. Sunnah Fi’liyah
Yaitu setiap perbuatan yang dilakukan oleh Nabi SAW yang di ketahui dan di sampaikan oleh para sahabat kepda orang lain. Misalnya, cara wudhu’ yang dipraktekkan Nabi SAW, tata cara shalat, dan haji.
3. Sunnah Taqririyah
Yaitu perbuatan atau ucapan sahabat yang di lakukan dihadapan atau sepengetahuan Nabi SAW, tetspi Nabi hanya diam dan tidak mencgahnya. Sikap diam dan tidak mencegahnya menunjukkan persetujuan Nabi SAW.

C. TINGKAT KEKUATAN/KEHUJJAHAN SUNNAH

Tidak ada perbedaan antara jumhur Ulama’ tentang sunnah Rasul sebagai sumber hokum kedua sesudah Al-Qur’an didalam menetapkan suatu keputusan hokum, seperti menghalalkan dan megharamkan sesuatu kekatannya sama dengan Al-Qur’an, oleh karena itu, wajib bagi umat islam menerima dan mengamalkan apa-apa yang terkangdung didalamnya selama hadits itu sah dari Rasulullah SAW.

D. DILALAH HADITS

Menurut pembagian para Ulama Hanafiyah, hadits ditinjau dari periwayatannya dibagi menjadi, Hadits Mutawatir, Hadits Masyhur, dan Hadits Ahad.
1. Hadits Mutawatir
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW,seperti cara Nabi SAW melaksanakan shalat, berpasa, haji, dan lain-lain. Hadits mutawatir adalah qath’I wurudnya(positif benarnya ditinjau dari segi datngnya), yakni datng dari Rasulullah SAW, maka wajib dianalkan karena diriwayatkan dengan cara yang mutawatir, yang menetapkan kebenarannya dari Rasulullah SAW.
2. Hadits Masyhur
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW. Oleh para sahabat atau kelompok oarng banyak yang tidak sampai batas mutawatir,kemudaian diriwayatkan pada masa tabi’in dan masa tabi’it tabi’in oleh sejumlah orang yang sampai pada batas mutawatir. Hadits masyhur menempati hukum hadits mutawatir dalam hal wajibnya mengamalkannya, t etapi Al-Jassas, Ulama’ Fiqih dari golongan Hanafiyah menjadikan hadits masyhur masuk kedalam hadits mutawatir.
3. Hadits ahad
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, oleh sejumlah orang yang tidak sampai pada batas mutawatirdalam tiga masa. Hadits ini disebut khabar ahadatau khabar hasan, sebagai nama yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i.
Hadits ahad menfaidahkan zhan yang kuat dalam hubungannya dengan Rasul, sebab perawinya meskipun ahad telah memenuhi persyaraan yang menjamin periwayatan mereka. Ia tidak meriwayatkan Ilmu qath’I, sebagai hadits mutawatir, karena persandarannya kepada Rasulullah masih samara dan tidak menfaedahkan ilmu yang dekat dengan qath’I sebagai hadits masyhur.
Oleh karena itu, tidak wajib berpegang kepada hadits ahad dalam hal I’tiqadiyah, yang seharusnya berdasarkan pada nas yang qath’I dan yakin, tidsk berdasarkan pada nas yang zhan.

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER DAN DALIL SYARA’

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER DAN DALIL SYARA’

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER
DAN DALIL SYARA’

A. PENGERTIAN AS-SUNNAH

Sunnah lebih umum disebut dengan hadits yang mempunyai beberapa arti secara etimologis, yaitu : Qarib, artinya dekat, jadid, artinya baru, dan khabar artinya berita.
 Sunnah menurut ahli fiqih
Sunnah salah satu hukum taqlifi yakni perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
 Sunnah menurut ahli hadits
Bahwa Sunnah merupakan semua yang dating dari Nabi SAW (Perkataan, perbuatan, taqrir) baik yang berkaitan dengan hokum atau tidak.
 Sunnah menurut ahli Ushul
Hanya terbatas pada sesuatu yang berkaitan dengan hukum, di luar hukum bukan dinamakan hadist, seperti cara berpakaian dan sebagainya.

B. PEMBAGIAN SUNNAH

Sunnah atau Hadits berdasarkan definisi diatas, dapat dibagi menjadi Qauliyah, Fi’liyah, dan Taqririyah.
1. Sunnah Qauliyah
Sunnah yang sering dinamakan dengan khabar (berita yang berupa perkatan Nabi SAW), yang di dengar dan di smpaikan oleh seseorang atau beberapa sahabat kepada orang lain, seperti sabda Nabi yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah :


2. Sunnah Fi’liyah
Yaitu setiap perbuatan yang dilakukan oleh Nabi SAW yang di ketahui dan di sampaikan oleh para sahabat kepda orang lain. Misalnya, cara wudhu’ yang dipraktekkan Nabi SAW, tata cara shalat, dan haji.
3. Sunnah Taqririyah
Yaitu perbuatan atau ucapan sahabat yang di lakukan dihadapan atau sepengetahuan Nabi SAW, tetspi Nabi hanya diam dan tidak mencgahnya. Sikap diam dan tidak mencegahnya menunjukkan persetujuan Nabi SAW.

C. TINGKAT KEKUATAN/KEHUJJAHAN SUNNAH

Tidak ada perbedaan antara jumhur Ulama’ tentang sunnah Rasul sebagai sumber hokum kedua sesudah Al-Qur’an didalam menetapkan suatu keputusan hokum, seperti menghalalkan dan megharamkan sesuatu kekatannya sama dengan Al-Qur’an, oleh karena itu, wajib bagi umat islam menerima dan mengamalkan apa-apa yang terkangdung didalamnya selama hadits itu sah dari Rasulullah SAW.

D. DILALAH HADITS

Menurut pembagian para Ulama Hanafiyah, hadits ditinjau dari periwayatannya dibagi menjadi, Hadits Mutawatir, Hadits Masyhur, dan Hadits Ahad.
1. Hadits Mutawatir
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW,seperti cara Nabi SAW melaksanakan shalat, berpasa, haji, dan lain-lain. Hadits mutawatir adalah qath’I wurudnya(positif benarnya ditinjau dari segi datngnya), yakni datng dari Rasulullah SAW, maka wajib dianalkan karena diriwayatkan dengan cara yang mutawatir, yang menetapkan kebenarannya dari Rasulullah SAW.
2. Hadits Masyhur
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW. Oleh para sahabat atau kelompok oarng banyak yang tidak sampai batas mutawatir,kemudaian diriwayatkan pada masa tabi’in dan masa tabi’it tabi’in oleh sejumlah orang yang sampai pada batas mutawatir. Hadits masyhur menempati hukum hadits mutawatir dalam hal wajibnya mengamalkannya, t etapi Al-Jassas, Ulama’ Fiqih dari golongan Hanafiyah menjadikan hadits masyhur masuk kedalam hadits mutawatir.
3. Hadits ahad
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, oleh sejumlah orang yang tidak sampai pada batas mutawatirdalam tiga masa. Hadits ini disebut khabar ahadatau khabar hasan, sebagai nama yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i.
Hadits ahad menfaidahkan zhan yang kuat dalam hubungannya dengan Rasul, sebab perawinya meskipun ahad telah memenuhi persyaraan yang menjamin periwayatan mereka. Ia tidak meriwayatkan Ilmu qath’I, sebagai hadits mutawatir, karena persandarannya kepada Rasulullah masih samara dan tidak menfaedahkan ilmu yang dekat dengan qath’I sebagai hadits masyhur.
Oleh karena itu, tidak wajib berpegang kepada hadits ahad dalam hal I’tiqadiyah, yang seharusnya berdasarkan pada nas yang qath’I dan yakin, tidsk berdasarkan pada nas yang zhan.

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER DAN DALIL SYARA’

AS-SUNNAH SEBAGAI SUMBER
DAN DALIL SYARA’

A. PENGERTIAN AS-SUNNAH

Sunnah lebih umum disebut dengan hadits yang mempunyai beberapa arti secara etimologis, yaitu : Qarib, artinya dekat, jadid, artinya baru, dan khabar artinya berita.
 Sunnah menurut ahli fiqih
Sunnah salah satu hukum taqlifi yakni perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
 Sunnah menurut ahli hadits
Bahwa Sunnah merupakan semua yang dating dari Nabi SAW (Perkataan, perbuatan, taqrir) baik yang berkaitan dengan hokum atau tidak.
 Sunnah menurut ahli Ushul
Hanya terbatas pada sesuatu yang berkaitan dengan hukum, di luar hukum bukan dinamakan hadist, seperti cara berpakaian dan sebagainya.

B. PEMBAGIAN SUNNAH

Sunnah atau Hadits berdasarkan definisi diatas, dapat dibagi menjadi Qauliyah, Fi’liyah, dan Taqririyah.
1. Sunnah Qauliyah
Sunnah yang sering dinamakan dengan khabar (berita yang berupa perkatan Nabi SAW), yang di dengar dan di smpaikan oleh seseorang atau beberapa sahabat kepada orang lain, seperti sabda Nabi yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah :


2. Sunnah Fi’liyah
Yaitu setiap perbuatan yang dilakukan oleh Nabi SAW yang di ketahui dan di sampaikan oleh para sahabat kepda orang lain. Misalnya, cara wudhu’ yang dipraktekkan Nabi SAW, tata cara shalat, dan haji.
3. Sunnah Taqririyah
Yaitu perbuatan atau ucapan sahabat yang di lakukan dihadapan atau sepengetahuan Nabi SAW, tetspi Nabi hanya diam dan tidak mencgahnya. Sikap diam dan tidak mencegahnya menunjukkan persetujuan Nabi SAW.

C. TINGKAT KEKUATAN/KEHUJJAHAN SUNNAH

Tidak ada perbedaan antara jumhur Ulama’ tentang sunnah Rasul sebagai sumber hokum kedua sesudah Al-Qur’an didalam menetapkan suatu keputusan hokum, seperti menghalalkan dan megharamkan sesuatu kekatannya sama dengan Al-Qur’an, oleh karena itu, wajib bagi umat islam menerima dan mengamalkan apa-apa yang terkangdung didalamnya selama hadits itu sah dari Rasulullah SAW.

D. DILALAH HADITS

Menurut pembagian para Ulama Hanafiyah, hadits ditinjau dari periwayatannya dibagi menjadi, Hadits Mutawatir, Hadits Masyhur, dan Hadits Ahad.
1. Hadits Mutawatir
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW,seperti cara Nabi SAW melaksanakan shalat, berpasa, haji, dan lain-lain. Hadits mutawatir adalah qath’I wurudnya(positif benarnya ditinjau dari segi datngnya), yakni datng dari Rasulullah SAW, maka wajib dianalkan karena diriwayatkan dengan cara yang mutawatir, yang menetapkan kebenarannya dari Rasulullah SAW.
2. Hadits Masyhur
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW. Oleh para sahabat atau kelompok oarng banyak yang tidak sampai batas mutawatir,kemudaian diriwayatkan pada masa tabi’in dan masa tabi’it tabi’in oleh sejumlah orang yang sampai pada batas mutawatir. Hadits masyhur menempati hukum hadits mutawatir dalam hal wajibnya mengamalkannya, t etapi Al-Jassas, Ulama’ Fiqih dari golongan Hanafiyah menjadikan hadits masyhur masuk kedalam hadits mutawatir.
3. Hadits ahad
Adalah hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, oleh sejumlah orang yang tidak sampai pada batas mutawatirdalam tiga masa. Hadits ini disebut khabar ahadatau khabar hasan, sebagai nama yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i.
Hadits ahad menfaidahkan zhan yang kuat dalam hubungannya dengan Rasul, sebab perawinya meskipun ahad telah memenuhi persyaraan yang menjamin periwayatan mereka. Ia tidak meriwayatkan Ilmu qath’I, sebagai hadits mutawatir, karena persandarannya kepada Rasulullah masih samara dan tidak menfaedahkan ilmu yang dekat dengan qath’I sebagai hadits masyhur.
Oleh karena itu, tidak wajib berpegang kepada hadits ahad dalam hal I’tiqadiyah, yang seharusnya berdasarkan pada nas yang qath’I dan yakin, tidsk berdasarkan pada nas yang zhan.

Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme


A. Pendahuluan
Kata rekonstruksionisme dalam bahasa Inggeris rekonstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan, aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran rekonstruksionisme, pada prinsipnya, sepaham dengan aliran perenialisme, yaitu hendak menyatakan krisis kebudayaan modern. Kedua aliran tersebut, aliran rekonstruksionisme dan perenialisme, memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kesimpangsiuran.
Walaupun demikian, prinsip yang dimiliki oleh aliran rekonstruksionisme tidaklah sama dengan prinsip yang dipegang oleh aliran perenialisme. Keduanya mempunyai visi dan cara yang berbeda dalam pemecahan yang akan ditempuh untuk mengembalikan kebudayaan yang scrasi dalam kehidupan. Aliran perennialisme memilih cara tersendiri, yakni dengan kembali ke alam kebudayaan lama atau dikenal dengan regressive road culture yang mereka anggap paling ideal. Sementara itu aliran rekonstruksionisme menempuhnya dengan jalan berupaya mem­bina suatu konsensus yang paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umat manusia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia atau orang, yakni agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Maka, proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru, untuk mencapai tujuan utama terse but memerlukan kerjasama antar ummat manusia.


B. Tokoh-tokoh Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg

C. Tempat Asal Aliran Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang.

D. Pandangan Rekonstruksionisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Karenanya pembinaan kembali daya inetelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.
Kemudian aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya leori tetapi mesti menjadi kenyataan, sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturunan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.
Pada prinsipnya, aliran rekonstruksionisme memandang alam metafisika merujuk dualisme, aliran ini berpendirian bahwa alam nyata ini mengandung dua macam bakikat sebagai asal sumber yakni hakikat materi dan bakikat rohani. Kedua macam hakikat itu memiliki ciri yang bebas dan berdiri sendiri, sarna azali dan abadi, dan hubungan keduanya menciptakan suatu kehidupan dalam alam. Descartes, seorang tokohnya pernah menyatakan bahwa umumnya manusia tidak sulit menerima atas prinsip dualisme ini, yang menunjukkan bahwa kenyataan lahir dapat segera ditangkap oleh panca indera manusia, semen tara itu kenyataan bathin segera diakui dengan adanya akal dan petasaan hidup. Di balik gerak realita sesungguhnya terdapatlah kausalitas sebagai pendorongnya dan merupakan penyebab utama atas kausa prima. Kausa prima, dalam konteks ini, ialah Tuhan sebagai penggerak sesuatu tanpa gerak. Tuhan adalah aktualitas murni yang sarna sekali sunyi dan substansi.
Alam pikiran yang demikian bertolak hukum-hukum dalam filsafat itu sendiri tanpa bergantung padii ilmt pengetahuan. Namun demikian, meskipun filsafat dan ilmu berkembang ke arah yang lebih sempurna, tetap disetujui bahwa kedudukan filsafal lebih tinggi dibandingkan ilmu pengetahuan.

E. Pandangan dan Sikap Saya tentang Aliran Rekonstruksionisme

1. Pandangan secara Ontologi
Dengan ontologi, dapat diterangkan tentang bagaimana hakikat dari segala sesuatu. Aliran rekonstruksionisme memandang bahwa realita itu bersifat universal, yang mana realita itu ada di mana dan sama di setiap tempat. Untuk mengerti suatu realita beranjak dari suatu yang konkrit dan menuju kearah yang khusus menam pakkan diri dalam perwujudan sebagaimana yang kita lihat dihadapan kita dan ditangkap oleh panca indra manusia seperti bewan dan tumbuhan atau benda lain disekeiling kita, dan realita yang kita ketahui dan kita badapi tidak terlepas dari suatu sistem, selain substansi yang dipunnyai dan tiap-tiap benda tersebut, dan dapat dipilih melalui akal pikiran.
Kemudian, tiap realita sebagai substansi selalu cenderung bergerak dan berkembang dari potensialitas menuju aktualitas (teknologi). Dengan demikian gerakan tersebut mencakup tujuan dan terarah guna mencapai tujuan masing-masing dengan caranya sendiri dan diakui bahwa tiap realita memiliki perspektif tersendiri.

2. Pandangan Ontologis
Dalam proses interaksi sesama manusia, diperlukan nilai-nilai. Begitu juga halnya dalam hubungan manusia dengan sesamanya dan alam semesta tidak mungkin melakukan sikap netral, akan tetapi manusia sadar ataupun tidak sadar telah melakukan proses penilaian, yang merupakan kecenderungan man usia. Tetapi, secara umum ruang lingkup (scope) ten tang pengertian "nilai" tidak terbatas.
Aliran rekonstruksionisme memandang masalah nilai berdasarkan azas-azas supernatural yakni menerima nilai natural yang universal, yang abadi berdasarkan prinsip nilai teologis. Hakikat manusia adalah emanasi (pancaran) yang potensial yang berasaldari dan dipimpin oleh Tuhan dan atas dasar inilah tinjauan tentang kebenaran dan keburukan dapat diketahuinya. Ke­mudian, manusia sebagai subyek telah memiliki potensi-potensi kebaikan dan keburukan sesuai dengan kodratnya. Kebaikan itu akan tetap tinggi nilainya bila tidak dikuasai oleh hawa nafsu belaka, karena itu akal mempunyai peran untuk memberi penentuan.
Neo-Thomisme memandang bahwa etika, estetika dan politik sebagai cabang dari filsafat praktis, dalam pengertian tetap berhubungan dan berdasarkan pad a prinsip-prinsip dari praktek-praktek dalam tindakan-tindakan moral, kreasi estetika dan organisasi politik. Karenanya, dalam arti teologis manusia perlu mencapai kebaikan tertinggi, yakni bersatu dengan Tuhan, kemudian berpikir rasional. Dalam kaitannya dengan estetika (keindahan), hakikat sesungguhnya ialah Tuhan sendiri. Keindahan yang maujud itu hanyalah keindahan khusus, pancaran un sur keindahan universal yang abadi, maha indah dan Tuhan.
Aristoteles memandang bahwa kebajikan dibedakan menjadi dua macam, yakni kebajikan intelektual dan kebajikan moral, kebajikan moral merupakan suatu kebajikan berdasarkan pembiasaan dan merupakan dasar dari kebajikan intelektual.
Dari gerakan intelektualitas pada abad pertengahan yang mencapai kristalisasi pada abad IX-XIV, memberikan argumentasi rasio tentang eksistensi Tuhan. Alselpus, seorang tokoh utama scholastik, menyatakan bahwa secara kritis realita semesta dapat dipahami dan tidak ada sesuatu di alam nyata ini diluar kekuasaan Tuhan karena semua itu sebagai perwujudan dari kesempurnaannya. Dalam perkembangan selanjutnya, penafsiran yang demikian didukung oleh Thomas Aquinas yang inti pembicaraannya untuk mengetahui realita yang ada yang hams berdasarkan iman dan perkembangan rasional hanya dapat dijawab dan mesti diikuti dengan iman.

3. Pandangan Epistemologis
Kajian epsitemologis aliran ini lebih merujuk pada pendapat aliran pragmatisme (progressive) dan perenialisme. Berpijak dari pola pemikiran bahwa untuk memahami realita alam nyata memerlukan suatu azas tahu dalam arti bahwa tidak mungkin memahami realita ini tanpa melalui proses pengalaman dan hubungan dengan realita terlebih dahulu melalui penemuan suatu pintu gerbang ilmu pengetahuan. Karenanya, baik akal maupun rasio sama-sama berfungsi membentuk pengetahun, dan akal di bawa oleh panca indera menjadi pengetahuan dalam yang sesungguhnya.
Aliran ini juga berpendapat bahwa dasar dari suatu kebenaran dapat dibuktikan dengan self evidence, yakni bukti yang ada pada diri sendiri, realita dan eksistensinya. Pemahamannya bahwa pengetahuan yang benar buktinya ada di dalam pengetahuan ilmu itu sendiri. Sebagai ilustrasi, adanya Tuhan tidak perlu dibuktikan dengan bukti-bukti lain atas eksistensi Tuhan (self evidence). Kajian tentang kebenaran itu diperlukan suatu pemikiran, metode yang diperlukan guna menuntun agar sampai kepada pemikiran yang hakiki. Penalaran-penalaran memiliki hukum-hukum tersendiri agar dijadikan pegangan ke arah penemuan definisi atau pengertian yang logis.
Ajaran yang dijadikan pedoman berasal dari Aristoteles yang membicarakan dua hal pokok, yakni pikiran (ratio) dan bukti (evidence), dengan jalan pernikirannya adalah silogisme. Silogisme menunjukkan hubungan logis antara premis mayor, premis minor dan kesimpulan (condusion), dengan memakai cara pengambilan kesimpulan deduktif dan induktif.
_________________________________________________________________

A. Latar belakang Aliran rekonstruksionisme

Rekonstruksionisme berasal dari bahasa inggris Reconstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern.
Pada dasarnya aliran rekonstruksionisme sepaham dengan aliran perenialisme bahwa ada kebutuhan anam mendesak untuk kejelasan dan kepastian bagi kebudayaan zaman modern sekarang (hendak menyatakan krisis kebudayaan modern), yang sekarang mengalami ketakutan, kebimbangan dan kebingungan. Tetapi aliran rekonstruksionisme tidak sependapat dengan cara dan jalan pemencahan yang ditempuh filsafat perenialisme. Aliran perenialisem memilih jalan kembali ke alam kebudayaan abad pertengahan. Sementara itu alliran rekonstruksionisme berusaha membina suatu konsensus yang paling luas dan paling mungkin tentang tujuan utama dan tertinggi dalam kehidupan manusia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, rekonstruksionisme berusaha mencari kepepakatan semua orang mengenai tujuan utama yang dapat mengatur tata kehidup manusia dalam suatu tatanan baru seluruh lingkungannya, maka melalui lembagai dan proses pendidikan. Rekonstruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang sama sekali baru.
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivme, gerakan ini lahir didasari atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada pada saat sekarang ini.
Rekonstrusionisme di pelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930 yang ingin membangun masyarakat baru, masyrakat yang pantas dan adil.tokoh- tokoh aliran rekonstruksionisme yaitu Caroline pratt, George count, dan Harold rugg.
Progresifisme yang dilandasi pemikiran Dewey dikembangkan oleh Kilpatrick dan Jhon Child, juga mendorong pendidikan agar lebih sadar terhadap tanggung jawab sosial. Namun mereka tidak sepakat dengan Count dan rugg bahwa sekolah harus melakukan perbaikan masyarakat yang spesifik. Kaum progresif lebih suka menekankan tujuan umum pertumbuhan masyarakat melalui pendidikan . aliran ini berpendapat bahwa sekolah harus mendominasi atau mengarahkan perubahan (rekonstruksi) pada tatanan sosial saat ini.
Usaha rekonstruksionisme sosial yang diupayakan Brammeld didasarkan atas suatu asumsi bahwa kita telah beralih dari masyarakat agraris pedesaan kemasyarakat urban yang berteknologi tinggi namun masih terdapat suatu kelambatan budaya yang serius yaitu dalam kemampuan manusia menyesuaikan diri terhadap masyarakat teknologi. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Count bahwa apa yang diperlukan pada masyarakat yang memiliki perkembangan teknologi yang cepat adalah rekonstruksi masyarakat dan pembentukan serta perubahan tata dunia baru.
B. Pandangan rekonstruksionisme dan penerapannya di bidang pendidikan
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamat dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Oleh karena itu pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.
Aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasasi oleh golongan tertentu. sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya teori tetapi mesti menjadi kenyataan sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturuanan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.
George counts sebagai pelopor rekonstruksionisme dalam publikasinyaDare the school build a new sosial order mengemukakan bahwa sekolah akan betul- betul berperan apabila sekolah menjadi pusat bangunan masyarakat baru secara keseluruhan, dan kesukuan (rasialisme). masyarakat yang menderita kesulitan ekonomi dan masalah-masalah sosial yang besar merupakan tantangan bagi pendidikan untuk menjalankan perannya sebagai agen pembaharu dan rekonstruksi sosial dari pada pendidikan hanya mempertahankan status qua dengan ketidaksamaan-ketidaksamaan dan masalah-masalah yang terpendam di dalamnya.
sekolah harus bersatu dengan kekuatan buruh progresif, wanita, para petani, dan kelompok minoritas untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan. Counts mengkritik pendidikan progresif telah gagal menghasilkan teori kesejahteraan sosial dan mengatakan sekolah dengan pendekatan child centered tidak cocok untuk menentukan pengetahuan dan skill sesuai dalam abad dua puluh.
C. Teori Pendidikan Rekonstruksionisme
  1. Tujuan Pendidikan
1. Sekolah-sekolah rekonstruksionis berfungsi sebagai lembaga utama untuk melakukan perubahan sosial, ekonomi dan politik dalam masyarakat.
2. Tugas sekolah-sekolah rekonstruksionis adalah mengembangkan ”insinyur-insinyur” sosial, warga-warga negara yang mempunyai tujuan mengubah secara radikal wajah masyarakat masa kini.
3. Tujuan pendidikan rekonstruksionis adalah membangkitkan kesadaran para peserta didik tentang masalah sosial, ekonomi dan politik yang dihadapi umat manusia dalam skala global, dan mengajarkan kepada mereka keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
  1. Metode pendidikan
Analisis kritis terhadap kerusakan-kerusakan masyarakat dan kebutuhan-kebutuhan programatik untuk perbaikan. Dengan demikian menggunakan metode pemecahan masalah, analisis kebutuhan, dan penyusunan program aksi perbaikan masyarakat.
  1. Kurikulum
Kurikulum berisi mata-mata pelajaran yang berorientasi pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat masa depan.
Kurikulum banyak berisi masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi umat manusi, yang termasuk di dalamnya masalah-masalah pribadi para peserta didik sendiri; dan program-program perbaikan yang ditentukan secara ilmiah untuk aksi kolektif.
Struktur organisasi kurikulum terbentuk dari cabang-cabang ilmu sosial dan proses-proses penyelidikan ilmiah sebagai metode pemecahan masalah.
  1. Pelajar
Siswa adalah generasi muda yang sedang tumbuh menjadi manusia pembangun masyarakat masa depan, dan perlu berlatih keras untuk menjadi insinyur-insinyur sosial yang diperlukan untuk membangun masyarakat masa depan.
  1. Pengajar
Guru harus membuat para peserta didik menyadari masalah-masalah yang dihadapi umat manusia, mambatu mereka merasa mengenali masalah-masalah tersebut sehingga mereka merasa terikat untuk memecahkannya.
Guru harus terampil dalam membantu peserta didik menghadapi kontroversi dan perubahan. Guru harus menumbuhkan berpikir berbeda-beda sebaga suatu cara untuk menciptakan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang menjanjikan keberhasilannya.
Menurut Brameld (kneller,1971) teori pendidikan rekonstruksionisme ada 5 yaitu:
a. Pendidikan harus di laksanakan di sini dan sekarang dalam rangka menciptakan tata sosial baru yang akan mengisi nilai-nilai dasar budaya kita, dan selaras dengan yang mendasari kekuatan-kekuatan ekonomi, dan sosial masyarakat modern.
b. Masyarakat baru harus berada dalam kehidupan demokrasi sejati dimana sumber dan lembaga utama dalam masyarakat dikontrol oleh warganya sendiri.
c. anak, sekolah, dan pendidikan itu sendiri dikondisikan oleh kekuatan budaya dan sosial.
d. Guru harus menyakini terhadap validitas dan urgensi dirinnya dengan cara bijaksana dengan cara memperhatikan prosedur yang demokratis
e. Cara dan tujuan pendidikan harus diubah kembali seluruhnya dengan tujuan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan krisis budaya dewasa ini, dan untuk menyesuaikan kebutuhan dengan sains sosial yang mendorong kita untuk menemukan nilali-nilai dimana manusia percaya atau tidak bahwa nilai-nilai itu bersifat universal.

f. meninjau kembali penyusunan kurikulum, isi pelajaran, metode yang dipakai, struktur administrasi, dan cara bagaimana guru dilatih.
___________________________________________________________________

Tempat Asal Aliran Rekonstruksionisme 
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir 
didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan 
diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang 
Pandangan rekonstruksionisme dan penerapannya di bidang pendidikan
Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamat dunia merupakan tugas 
semua umat manusia atau bangsa. Oleh karena itu pembinaan kembali daya intelektual dan 
spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai 
dan norma yang benar demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang sehingga 
terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.
Aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia 
yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasasi oleh 
golongan tertentu. sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya teori tetapi mesti menjadi kenyataan sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu 
meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan 
masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturuanan, nasionalisme, agama (kepercayaan) 
dan masyarakat bersangkutan. 
George counts sebagai pelopor rekonstruksionisme dalam publikasinya Dare the school 
build a new sosial order mengemukakan bahwa sekolah akan betul- betul berperan apabila 
sekolah menjadi pusat bangunan masyarakat baru secara keseluruhan, dan kesukuan 
(rasialisme). masyarakat yang menderita kesulitan ekonomi dan masalah-masalah sosial 
yang besar merupakan tantangan bagi pendidikan untuk menjalankan perannya sebagai agen 
pembaharu dan rekonstruksi sosial dari pada pendidikan hanya mempertahankan status qua 
dengan ketidaksamaan-ketidaksamaan dan masalah-masalah yang terpendam di dalamnya.
Sekolah harus bersatu dengan kekuatan buruh progresif, wanita, para petani, dan 
kelompok minoritas untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan. Counts 
mengkritik pendidikan progresif telah gagal menghasilkan teori kesejahteraan sosial dan 
mengatakan sekolah dengan pendekatan child centered tidak cocok untuk menentukan 
pengetahuan dan skill sesuai dalam abad dua puluh.